Mantan PM Belanda dan Istri Meninggal Bersama Pakai Suntik Mati



Keduanya memilih cara euthanasia atau suntik mati untuk mengakhiri hidup dan mengakhiri penderitaan di usianya yang ke 93 tahun.

Menurut laporan badan amal yang didirikan Dries pada Minggu (11/2), kedua pasangan itu meninggal dunia sejak hari Senin lalu dengan saling bergandengan tangan.



“Dia (Dries) meninggal bergandengan tangan dengan istri tercintanya yang sudah menemaninya lebih dari 70 tahun dan yang selalu dia sebut sebagai gadisku,” tulis laporan tersebut.

Menurut kantor berita The Rights Forum, Dries dan sang istri akan segera dimakamkan dalam sebuah upacara pribadi di kota Nijmegen di bagian timur.

Keduanya berada dalam kondisi kesehatan yang rapuh dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2019, Dries mengalami pendarahan otak saat memberikan pidato di acara peringatan Palestina dan tidak pernah pulih sepenuhnya.

Dries menjadi PM Belanda sejak 1977 hingga 1982. Dia kemudian meninggalkan partainya pada tahun 2017 karena tidak sesuai dengan pendekatan Christian Democratic Appeal yang dianutnya.

Setelah kunjungannya ke Israel pada tahun 1999, dia menjadi semakin vokal mengenai dukungannya terhadap rakyat Palestina.

Pada tahun 2009, Dries mendirikan The Rights Forum, yang mengadvokasi kebijakan Belanda dan Eropa yang adil dan berkelanjutan mengenai masalah Palestina dan Israel.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte telah menganggap Dries sebagai kakek buyutnya, memuji sosoknya yang sangat cakap dalam  berkomunikasi.

“Dries van Agt memberi warna dan substansi pada politik Belanda di masa polarisasi dan pembaruan partai,” kata Rutte dalam sebuah pernyataan.

Keluarga kerajaan Belanda pun memujinya.

“Dia berhasil menginspirasi banyak orang dengan kepribadiannya yang mencolok dan gayanya yang penuh warna,” kata Raja Willem-Alexander, Ratu Máxima, dan Putri Beatrix dalam pernyataan bersama.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *